Kamis, 08 Oktober 2026

KKR PDTK DI ATOUDA, DEIYAI, MEMASUKI HARI KEDUA: MERENDAHKAN DIRI MENJADI PESAN UTAMA.


DEIYAI — Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Persekutuan Doa Tubuh Kristus (PDTK) di Atouda, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, memasuki hari kedua pada Kamis, delapan Oktober dua ribu dua puluh enam. Rangkaian kegiatan dibuka sehari sebelumnya di lapangan terbuka dengan mengangkat tema “Merendahkan Diri”.

Berdasarkan informasi lapangan yang disampaikan Hamba Tuhan Marthinus Kudiyai dari Atouda, pembukaan pada tujuh Oktober diikuti ribuan umat. Para peserta berkumpul untuk mengikuti ibadah, berdoa, serta memuji dan menyembah Tuhan dalam persekutuan bersama.

Tema pembukaan bersumber dari Satu Petrus pasal lima ayat enam dan Lukas pasal empat belas ayat sebelas. Kedua bagian Alkitab tersebut menjadi dasar pesan tentang pentingnya merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menjauhkan diri dari sikap meninggikan diri.

Melalui tema itu, kegiatan diarahkan menjadi kesempatan bagi umat untuk memeriksa kehidupan pribadi, memperbarui sikap, serta memperkuat hubungan dengan Tuhan. Kerendahan hati menjadi pesan yang dapat diterapkan dalam hubungan keluarga, persekutuan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Memasuki hari kedua, rangkaian KKR melanjutkan kegiatan rohani yang telah dimulai pada pembukaan. Dalam konteks pelayanan PDTK, doa, pujian, penyembahan, dan pengajaran firman merupakan bagian dari kehidupan persekutuan yang menekankan ibadah dalam Roh dan kebenaran.

Pesan tersebut mengajak peserta mengikuti ibadah dengan kesungguhan hati. Kehadiran dalam pertemuan rohani diharapkan disertai kemauan untuk mendengarkan firman, membangun kasih, dan memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pengumuman yang disampaikan PDTK, masa kegiatan ini disebut sebagai masa berada dalam “kelambu pengurapan” hingga sepuluh Oktober dua ribu dua puluh enam. Istilah tersebut merupakan ungkapan rohani yang digunakan PDTK untuk menjelaskan masa pelayanan dan ibadah yang sedang berlangsung.

Pengumuman itu juga menekankan perlunya perhatian selama rangkaian ibadah dalam Roh dan kebenaran. Peserta diimbau menjaga ketertiban, menghormati sesama, serta mendukung suasana persekutuan yang khusyuk dan damai.

Pelaksanaan ibadah di lapangan terbuka dengan jumlah peserta yang besar memerlukan kerja sama seluruh pihak yang hadir. Sikap saling menjaga, memberi ruang kepada peserta lain, dan mengikuti arahan pelaksanaan menjadi bagian penting agar kegiatan berjalan tertib.

Selain menjaga ketertiban, pesan kerendahan hati memiliki kaitan erat dengan kehidupan bersama. Menghargai orang lain, menahan diri dari pertengkaran, dan menyelesaikan perbedaan dengan baik merupakan bentuk penerapan nilai tersebut di luar tempat ibadah.

KKR di Atouda juga menjadi kesempatan bagi umat untuk mempererat persekutuan. Pertemuan dalam doa dan penyembahan memberi ruang bagi peserta untuk saling menguatkan serta mengingat kembali tanggung jawab hidup dalam kasih dan kebenaran.

Dengan tema “Merendahkan Diri”, perhatian utama kegiatan ini tertuju pada pembaruan kehidupan rohani. Pesan ibadah diharapkan terus dibawa oleh peserta setelah kembali ke keluarga dan lingkungan masing-masing.

Menurut pengumuman PDTK, masa ibadah dalam “kelambu pengurapan” berlangsung hingga sepuluh Oktober. Informasi mengenai jadwal terperinci, pembicara, dan perkembangan kegiatan berikutnya perlu mengacu pada keterangan langsung dari pihak pelaksana.

Informasi lapangan: Hamba Tuhan Marthinus Kudiyai. Lokasi: Atouda, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Tanggal penulisan: Delapan Oktober dua ribu dua puluh enam. Keiyam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar