Dua Logo dan Dua Nama yang Berbeda
NABIRE, PAPUA TENGAH — Persekutuan Doa Tubuh Kristus (PDTK) menyerukan kehati-hatian kepada para pelayan dan umat menyikapi penggunaan dua logo serta dua nama pelayanan yang berbeda di lingkungan pelayanan Tubuh Kristus. Perbedaan identitas tersebut dinilai perlu dijelaskan secara terbuka dan damai agar tidak menimbulkan kebingungan, pertentangan, maupun kegaduhan di tengah umat.
Dua nama yang menjadi perhatian ialah Gereja Tuhan “Tubuh Kristus Lokal” Nabire dan Persekutuan Doa Tubuh Kristus (PDTK) Original Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai. Keduanya memiliki logo dan penamaan yang berbeda sehingga PDTK menilai masyarakat perlu memperoleh penjelasan yang jelas mengenai identitas, pola pelayanan, serta dasar pengajarannya masing-masing.
PDTK: Jangan Menghuru-harakan Umat Tuhan
PDTK mengingatkan bahwa perbedaan dalam pelayanan Kristen tidak semestinya berkembang menjadi pertentangan yang menghuru-harakan umat.“Hati-hati menghuru-harakan umat-Nya. Yang harus dijaga adalah kebenaran Firman Tuhan, kedamaian, kasih, dan keselamatan umat,” demikian pernyataan PDTK.
Menurut PDTK, persekutuan tersebut tidak dibentuk sebagai organisasi dengan struktur formal sebagaimana organisasi pada umumnya. PDTK memandang kegiatan mereka terutama sebagai persekutuan ibadah yang menempatkan Tuhan Ugatame, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus sebagai Pemimpin utama ibadah.
Pola tersebut diterapkan dalam pelayanan PDTK Original Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai, dengan penekanan pada doa, pujian, penyembahan, ratap tangis, serta pendalaman Firman Tuhan.
Perbedaan Pemahaman Baptisan Air dan Perjamuan Suci
PDTK juga menyampaikan adanya perbedaan pemahaman pelayanan dengan Gereja Tuhan “Tubuh Kristus Lokal”, khususnya berkaitan dengan Baptisan Air dan Perjamuan Suci.
Dalam menyampaikan sikapnya, PDTK merujuk Wahyu 22:18–19 sebagai peringatan agar manusia tidak menambah maupun mengurangi Firman Tuhan.
Namun demikian, perbedaan tersebut perlu dipahami sebagai perbedaan pandangan dan penafsiran keagamaan yang sebaiknya diselesaikan melalui pembicaraan Alkitabiah, dialog antar-hamba Tuhan, dan penjelasan terbuka kepada umat, bukan melalui tuduhan maupun pertentangan pribadi.
PDTK menegaskan bahwa setiap pengajaran mengenai Baptisan Air, Perjamuan Suci maupun bentuk pelayanan lainnya perlu diuji berdasarkan keseluruhan kesaksian Kitab Suci.
Pertumbuhan Iman Tidak Sama pada Setiap Orang
Selain persoalan identitas pelayanan, PDTK menekankan bahwa tingkat pertumbuhan rohani setiap orang tidak selalu sama.
PDTK merujuk perumpamaan Yesus dalam Matius 13:8 dan Matius 13:23 mengenai benih yang jatuh di tanah yang baik dan kemudian menghasilkan buah dengan tingkat yang berbeda-beda.
Pesan tersebut dipahami bahwa seseorang dapat menerima Firman Tuhan, memahami Firman tersebut, kemudian mengalami pertumbuhan dan menghasilkan buah sesuai proses rohaninya.
Karena itu, perbedaan tingkat pemahaman tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling merendahkan.
“Benih Firman harus bertumbuh sampai berakar kuat dalam kehidupan seseorang. Tidak cukup hanya mendengar Firman, tetapi Firman itu harus hidup, bertumbuh dan menghasilkan buah,” demikian penegasan PDTK.
Menghidupkan Firman Sampai ke Akar-akarnya
PDTK menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Persekutuan Doa Tubuh Kristus adalah menghidupkan Firman Tuhan sampai ke akar kehidupan umat.
Artinya, Firman tidak hanya disampaikan melalui khotbah atau pengajaran, tetapi diharapkan terlihat melalui kehidupan doa, pertobatan, kasih, kekudusan, kesatuan, ketaatan dan perubahan karakter.
Dalam pandangan PDTK, kehidupan rohani yang sejati tidak terutama ditentukan oleh nama organisasi maupun lambang pelayanan, melainkan oleh sejauh mana Firman Tuhan hidup dan menghasilkan buah dalam diri seseorang.
Karena itu, keberadaan dua nama dan dua logo diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi momentum untuk memperjelas identitas serta dasar pelayanan masing-masing secara bertanggung jawab.
Seruan Menjaga Kesatuan Umat
PDTK menyerukan kepada para tua-tua, hamba Tuhan dan seluruh umat agar tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan nama, logo maupun tata pelayanan.
Penyelesaian setiap perbedaan hendaknya dilakukan melalui doa, Firman Tuhan, dialog, kasih dan penghormatan satu terhadap yang lain.
PDTK NEWS menegaskan pesan utama: dua logo boleh berbeda, dua nama dapat berbeda, bahkan pola pelayanan dapat berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan itu menghuru-harakan umat Tuhan. Firman Tuhan harus menjadi dasar, dan damai sejahtera harus tetap dijaga.
PDTK NEWS — Nabire, Papua Tengah
“Menghidupkan Firman sampai ke akar-akarnya, bertumbuh dan menghasilkan buah.” mk








