PERTEMUAN TUA–TUA NABIRE
Nabire, Sabtu 16 Agustus 2025Pada hari Sabtu, tanggal 16 Agustus 2025, para Tua–Tua Nabire Geral telah mengadakan pertemuan penting yang berlangsung di Jemaat Sion Batalion Nabire. Pertemuan ini merupakan wadah musyawarah rohani dengan tujuan utama mencari solusi dalam pelayanan Yesus Kristus, khususnya mengenai Perjamuan Kasih dan Perjamuan Sloki yang diajarkan dalam Alkitab.
Dasar Alkitabiah
1. Perjamuan Kasih – Makan Bersama
Sebagaimana Yesus Kristus sendiri teladankan, kebersamaan dalam makan menjadi simbol kasih, persatuan, dan pelayanan yang tulus. Firman Tuhan berkata:
> “Lalu berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
(Matius 12:50)
Perjamuan Kasih dalam bentuk makan bersama bukan sekadar kebutuhan jasmani, tetapi menjadi tanda persaudaraan dan kebersamaan umat Tuhan.
2. Perjamuan Sloki – Perjamuan Kudus
Dasar kuat mengenai perjamuan rohani terdapat dalam ajaran Rasul Paulus kepada jemaat Korintus:
> “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.”(1 Korintus 11:26)
Lebih lanjut, Rasul Paulus mengingatkan:
> “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.”(1 Korintus 11:27-28)
Dengan demikian, Perjamuan Kudus atau Perjamuan Sloki menjadi wujud persekutuan dengan Kristus yang mengorbankan diri-Nya di kayu salib, dan umat diminta untuk merayakannya dengan penuh kesadaran, kerendahan hati, serta iman yang murni.
Keputusan Bersama
Setelah melalui pembahasan, doa, dan persekutuan yang penuh kasih, akhirnya para Tua–Tua Nabire Geral menyepakati keputusan bersama sebagai berikut:
1. Perjamuan Kasih (Makan Bersama) akan terus ditegakkan dalam jemaat sebagai bentuk kasih persaudaraan, mempererat hubungan antar umat, dan menghadirkan teladan Yesus dalam kebersamaan.
2. Perjamuan Sloki (Perjamuan Kudus) tetap dilaksanakan sesuai dengan ajaran Alkitab dalam 1 Korintus 11, dengan penuh hormat, kerendahan hati, dan pemeriksaan diri setiap umat.
3. Kedua bentuk perjamuan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipersatukan sebagai jalan pelayanan Yesus Kristus yang membawa umat kepada kasih, pengampunan, dan keselamatan.
4. Semua jemaat di Nabire diimbau untuk menjaga kesatuan hati, persaudaraan, dan ketaatan kepada Firman Tuhan, agar pelayanan menjadi berkat bagi semua pihak.
Sambutan dan Doa Penutup
Dalam pertemuan ini, sambutan disampaikan oleh Hamba Tuhan Hengki Edowai, yang menegaskan pentingnya kesatuan iman dan kasih dalam melayani Kristus. Beliau mengingatkan bahwa tanpa kasih, segala bentuk pelayanan hanyalah sia-sia (1 Korintus 13:1-3).
Pertemuan ditutup dengan penuh sukacita dan damai sejahtera melalui Doa Penutup yang dipimpin oleh Pendeta Jeck Ikomouw, yang menyerahkan seluruh keputusan, pelayanan, dan perjalanan iman umat kepada penyertaan Tuhan Yesus Kristus.
Penutup
Pertemuan Tua–Tua Nabire Geral ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus bekerja di ladang Tuhan dengan tulus hati. Keputusan yang telah diambil diharapkan menjadi pedoman pelayanan jemaat di wilayah Nabire dan sekitarnya, demi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus.
📖 Dilaporkan oleh:
Melkias Keiya
Sekretaris Umum Persekutuan Doa Tubuh Kristus
Nabire Wojokunu sampai Makataka, Provinsi Papua Tengah. -
--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar