Jumat, 25 Agustus 2023

KURANGNYA ETIKA DALAM PELAYANAN PERSEKUTUAN DOA TUBUH KRISTUS


Kurangnya etika dalam pelayanan Tua-Tua Persekutuan Doa Tubuh Kristus.

Nabire, 23 Agustus 2023

Disampaikan oleh Melkianus Keiya, SH, Mc.


Selanjutnya, bagi seorang yang telah mengalami kelahiran baru di dalam Yesus Kristus, oleh kuasa Rohkudus hidupnya tidak akan lepas dari apa yang disebut pelayanan kekeliruan. Pelayanan menjadi life style, gaya hidup berkesombongan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat Tuhan Persekutuan Doa Tubuh Kristus itu sendiri. Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani (Galatia 5:13).  Penggalangan kaum awam (Tua-Tua) untuk melayani memiliki dasar yang kuat dalam pelayanan bukan hanya monopoli hamba-hamba Tuhan yang menyerahkan segenap hidupnya melayani sempurna waktu (fulltime) melainkan juga milik jemaat awam (1 Petrus 2:9). Yang dibutuhkan disini adalah bagaimana kaum awam tersebut dilengkapi agar pelayanannnya mendukung pelayanan hamba-hamba Tuhan, dan bukan menghambat. Salah satu hal yang seyogyanya dipahami oleh para pelayan Tuhan adalah etika pelayanan, yaitu sikap yang baik dan benar sebagai pelayan Tuhan terhadap Tuhan yang dilayani, terhadap manusia, dan terhadap sistem pelayanan Roh Tuhan yang ada.


I. Sikap Terhadap Tuhan

Untuk dapat memiliki sikap yang baik dan benar terhadap Tuhan, seseorang harus mengenal-Nya dengan baik sesuai dengan pernyataan suara Tuhan itu sendiri. Pengenalan ini tidak hanya didasarkan pada pengetahuan teoritis melainkan juga melalui pengalaman hidup sehari-hari. Sikap Yesaya dalam pelayanannya sebagai nabi berubah ketika ia melihat Tuhan dalam suatu penglihatan yang maha dahsyat (Yesaya 6:1-8). Sikap kita terhadap Tuhan dan pelayanan yang dipercayakan-Nya kepada kita akan berubah jika kita lebih mengenal-Nya. Dalam pelayanan kuasa Roh Tuhan memaparkan tentang Diri Tuhan, sifat-sifat-Nya, tentang rencana dan karya-karya-Nya.Beberapa sikap kita sebagai pelayan Roh Kristus terhadap Tuhan, Kepala Gereja, antara lain :


Mengagungkan dan meninggikan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam ibadah maupun dalam hidup sosial kemasyarakatan.


Bersyukur atas segala karya-Nya dalam hidup kita dengan percaya akan kasih-Nya yang pasti mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya (Roma 8:28). Kedewasaan rohani seseorang dapat dilihat dari sikapnya ketika menghadapi berbagai warna kehidupan yang Tuhan ijinkan terjadi.


Bersedia hidup dalam ketaatan akan perintah-perintah-Nya sebagai tanda kasih kepada-Nya (Yohanes 14:15)


Hidup dalam kerendahan hati di hadapan Tuhan dengan menyadari bahwa segala kemauan dan kemampuan kita dalam pelayanan adalah pekerjaan Tuhan sendiri (2 Korintus 3:5; Filipi 2:13).Bersedia terus menerus diperbaharui oleh Roh Kudus (Efesus 4:1-24), dengan terus menjaga kemurnian hati (1 Timotius 1:18)


II. Sikap terhadap Tugas Pelayanan.

Banyak orang keliru dalam memandang setiap tugas pelayanan yang dilakukannya. Ada yang menganggapnya begitu sepele sehingga tidak pernah serius melakukannya. Pelayanan dianggap sebagai sambilan dan pengisi waktu luang belaka. Ada pula yang melihat pelayanan sebagai ibadah formal keagamaan yang kaku sehingga cenderung merupakan beban. Beberapa sikap terhadap tugas pelayanan yang dikehendaki Tuhan antara lain :


Tugas pelayanan harus dipandang sebagai kepercayaan yang dianugerahkan Allah kepada kita (Kolose 1:25)


Tugas pelayanan yang dipilih disesuaikan dengan talenta dan karunia Roh yang kita miliki; tak ada pelayanan yang tidak penting di hadapan Tuhan, semuanya penting dan saling melengkapi.


Sikap penuh disiplin dan setia terhadap tugas pelayanan yang dipercayakan sangat dihargai Tuhan (Matius 25:23).


Sikap menyeimbangkan pelayanan dengan karier dan keluarga juga harus diperhatikan; pelayanan tidak boleh menjadi alasan dan dikambinghitamkan untuk menutupi kekurangan dalam penanganan karier dan keluarga.


Sikap percaya bahwa setiap pelayanan yang kita lakukan tidak akan sia-sia selama kita melakukannya dengan hati yang mengasihi Tuhan (1 Korintus pasal 15 ayat 58); pelayanan kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, dan kepada kitapun Tuhan telah menyediakan mahkota kebenaran (2 Timotius 4:8)


III. Sikap terhadap Rekan Sepelayanan

Sebagai anggota tubuh Kristus kita harus menyadari peran kita dan juga peran rekan sepelayanan lainnya. Dalam sistem Roh Tuhan dicatat adanya pelayanan yang kurang harmonis dalam kebersamaan karena ada motivasi yang kurang murni dalam melayani Beberapa diantaranya adalah :


Jemaat Korintus yang senang membentuk kelompok-kelompok; kelompok Kefas/Petrus, kelompok Apolos, kelompok Paulus, kelompok Kristus, sehingga tidak ada kesatuan dalam pelayanan mereka(1 Korintus 1:10-17). demikian pula tidak lepas dari dalam pelayanan umat Tuhan Persekutuan Doa Tubuh Kristus.


Motivasi dari beberapa pemberita Injil yang justru bermaksud memperberat pemenjaraan Rasul Paulus. (Filifi  1: 17), Motivasi pelayanan untuk lebih menyenangkan hati manusia daripada hati Tuhan (Galatia 1:10) tak terpisahkan dari segala bentuk pelayanan dalam Tua-Tua umat Tuhan Persekutuan Doa Tubuh Kristus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar