Selasa, 18 Agustus 2026

Persekutuan Doa Tubuh Kristus

 

Umat PDTK Gelar Ibadah Pelepasan Salah dan Dosa melalui Ratap Tangis dan Penyembahan. 

NABIRE, PAPUA TENGAH — Umat Tuhan yang tergabung dalam Persekutuan Doa Tubuh Kristus (PDTK) melaksanakan ibadah pelepasan salah dan dosa di hadapan Tuhan. Ibadah berlangsung dalam suasana penuh penghayatan melalui doa, ratap tangis, keluhan hati, sorak-sorai, pujian, dan penyembahan dalam roh dan kebenaran.

Dalam ibadah tersebut, umat datang merendahkan diri serta membuka hati di hadapan Tuhan. Ratap tangis dipahami sebagai ungkapan penyesalan, pertobatan, dan kerinduan untuk memperoleh pengampunan serta pemulihan hidup.

Tangisan dan keluhan umat bukan sekadar luapan perasaan, melainkan bagian dari doa yang lahir dari kedalaman hati. Setelah melewati proses pengakuan dan penyerahan diri, suasana ibadah dilanjutkan dengan sorak-sorai kemenangan, pujian, serta penyembahan kepada Tuhan.

PDTK menegaskan bahwa pelepasan dari kesalahan dan dosa tidak dilakukan melalui kekuatan manusia, melainkan melalui kasih karunia Tuhan, pertobatan yang sungguh-sungguh, dan pembaruan hidup dalam Yesus Kristus.

Ibadah tersebut berlandaskan firman Tuhan dalam Yohanes 4:23–24, yang mengajarkan bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran. Selain itu, Ibrani 5:7 menggambarkan doa yang dipanjatkan dengan ratap tangis, sedangkan Yoel 2:12–13 menyerukan agar umat kembali kepada Tuhan dengan segenap hati.

Melalui ibadah ini, umat PDTK diajak meninggalkan kesalahan, kebencian, perselisihan, dan segala perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Pertobatan harus diwujudkan melalui kehidupan yang menghasilkan buah kasih, perdamaian, pengampunan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.


 

Persekutuan Doa Tubuh Kristus juga mengajak seluruh umat Tuhan untuk membangun kehidupan doa yang tulus, menjaga persatuan, serta menjadi pembawa damai di tengah keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa.

“Ratap tangis membawa umat kepada pertobatan, sedangkan pujian dan penyembahan menyatakan kemenangan serta ucapan syukur kepada Tuhan. Semuanya dilakukan dalam roh dan kebenaran,” demikian pesan rohani yang disampaikan dalam persekutuan tersebut.

Melalui gerakan doa ini, PDTK berharap terjadi pemulihan rohani dalam kehidupan umat serta terciptanya kedamaian, persatuan, dan kasih persaudaraan di Tanah Papua maupun seluruh Indonesia.

Penulis: Melkias Keiya, S.H.
Sekretaris Umum Persekutuan Doa Tubuh Kristus (PDTK)

Catatan Redaksi: Naskah ini disusun dalam gaya jurnalistik media nasional untuk keperluan publikasi dan tidak menyatakan telah diterbitkan oleh media tertentu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar