PDTK News; DIPENUHI OLEH KUASA ROH KUDUS DALAM SEGALA PELAYANAN KITA.
Pencurahan Roh Kudus pada zaman Perjanjian Baru adalah secara alami turunnya Roh Kudus pada seseorang dengan nyata-nyatanya ditengah umat Tuhan Persekutuan Doa Tubuh Kristus Nabire Kegata sampai Makataka Paniai Papua, hampir sama pada peristiwa hari ke-50 setelah Paskah (kebangkitan Yesus Kristus). Pentakosta dalam kesinggunan saat ini adalah Pentakosta Perjanjian Lama, yaitu hari ke-50 setelah perayaan Paskah Israel (Ulangan pasal 16 ayat 1). bagi umat Tuhan Persekutuan Doa Tubuh Kristus memperingati ibadah kebangunan rohani berdasarkan; Suara Roh Tuhan, Penyataan Roh Tuhan, hasil keputusan doa puasa, dan hasil mimpi lebih dari tiga orang kemudian di putuskan saat pertemuan tuaria bersama.
Pertama, janji Tuhan digenapi, yaitu pemberian Roh Kudus (Kisah parah rasul pasal 1 ayat 4, 5, dan ayat 8. Roh Kudus turun dan memenuhi umat-Nya. Bukan hanya rasul-rasul yang menerima Roh Kudus, semua orang percaya juga menerima Roh Kudus.
Kedua, penekanan dari Pencurahan kuasa Roh Kudus adalah pemberitaan Firman, memuji menyembah, Doa Puasa tidak sedikit pada umat Tuhan Persekutuan Doa Tubuh Kristus atau hamba Tuhan yang memaknai Pencurahan dengan bahasa roh. itu merupakan penggenapan dalam Kisah Para Rasul pasal 1ayat 8 menegaskan bahwa Roh Kudus diberikan supaya mereka memiliki kuasa untuk menjadi saksi Kristus. Roh Kudus yang menyebabkan para umat Tuhan Persekutuan Doa Tubuh Kristus itu bisa berbicara dalam bahasa-bahasa asing, bertujuan supaya para pendatang dapat mendengar berita Firman mengenai perbuatan besar yang dilakukan Allah bagi umat manusia di hari akhir zaman ini. Setelah mereka melakukan ibadah pujian penyembahan mereka kembali ke kampung halaman masing-masing, mereka menyebarkan sukacita yang telah mereka dengar.
Ketiga, dalam penyelenggaraan pujian penyembahan kita harus siap terhadap reaksi negatif pendengar. pasti ada sebagian yang bukan saja menolak Firman, tetapi juga mengejek orang yang memberitakan Firman tersebut.
Saat memperingati pujian penyembahan masa kini, kita tidak lagi menantikan Roh Kudus datang, tetapi justru kita harus melakukan ibadah kita karena Roh Kudus sudah berdiam diri dalam kita dan mengucap syukur atas kehadiran-Nya dalam hidup kita. Dia hadir untuk membimbing kita dalam memenuhi panggilan kita, yaitu menyelenggarakan pola Ibadah memuji menyembah dalam Roh dan kebenarannya. Maukah kita taat pada panggilan-Nya dan dengan kuat kuasa-Nya pergi melakukan kegiatan memuji menyembah dalam Roh dan kebenarannya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar